Senin, 26 Januari 2026

Refleksi Kejujuran

 






Hari ini tubuhku bernapas lebih cepat, saat aku membayangkan hidup tanpa harus terlihat pintar. Ada bagian diriku yang selama ini bekerja keras: menjaga agar tidak salah, agar tidak bodoh, agar semua orang selamat.

Dan ketika kalimat itu datang—aku tidak lagi sibuk terlihat pintar— tubuhku terkejut. Seolah berkata: “Oh… jadi aku boleh istirahat?” Napas berat itu bukan tanda lemah. Itu tanda ada beban lama yang akhirnya diizinkan turun.

Aku mulai melihat: aku tidak perlu membuktikan nilai diriku untuk bisa hadir. Aku tidak perlu menyelamatkan semua orang untuk layak berada di sini.

Hari ini aku belajar satu hal sederhana: ketika aku berhenti menjaga citra, aku punya ruang untuk menjaga diriku sendiri.

Dan di ruang itu, aku tidak kosong. Aku utuh.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar