Senin, 12 Januari 2026

Kepalaku Penuh Sampai Ingin Teriak

Aku tidak tahu kenapa hari ini kepalaku penuh sekali. Isinya cuma satu nama, berulang-ulang, tanpa jeda. Seperti suara yang tidak berisik, tapi terus ada. Dan aku kelelahan mendengarnya.

Bukan karena tidak sibuk. Bukan karena tidak punya hal lain untuk dipikirkan. Tapi karena ada bagian di dalam diriku yang terlalu lama menahan.

Aku menyadari satu hal pelan-pelan bahwa ini bukan soal orangnya. Ini soal rasa aman yang pernah singgah, lalu pergi tanpa pamit.

Saat tubuh lelah, saat hatiku sunyi, namanya muncul bukan sebagai sosok, tapi sebagai ingatan akan pernah ditenangkan.

Dan di titik itu, kepalaku terasa penuh. Bukan penuh rindu romantis, tapi penuh oleh emosi yang tidak sempat turun ke tubuh. Menumpuk. Menggantung. Berisik dari dalam.

Aku ingin berteriak, bukan karena marah,
tapi karena terlalu lama diam.
Hari ini aku belajar satu hal kecil bahwa aku tidak perlu memaksa diriku berhenti memikirkan siapa pun.
Yang aku butuhkan hanya berhenti meninggalkan diriku sendiri.

Aku duduk. Bernapas lebih panjang dari biasanya. Menaruh tangan di dada. Dan berkata pelan, mungkin untuk pertama kalinya dengan jujur bahwa "Aku lagi kewalahan. Aku nggak kenapa-kenapa. Aku cuma penuh."

Dan ternyata, itu cukup untuk membuat dadaku sedikit lebih longgar.

Aku tidak sedang kehilangan kendali. Aku sedang belajar mendengarkan diriku sendiri sebelum aku benar-benar berteriak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar