Ada masa ketika aku berpikir,
jika seseorang tidak sering menghubungi,
tidak sering bertanya,
tidak sering menyatakan rindu—
maka berarti aku tidak cukup berarti.
Sekarang aku mulai paham:
kedekatan yang sehat tidak selalu ramai.
Kadang ia hadir sebagai keberanian untuk tidak memastikan apa-apa,
dan tetap merasa utuh.
Aku tidak lagi takut ketika jarak muncul.
Aku tidak lagi tergesa mengisi sunyi dengan kata-kata.
Karena aku tahu,
aku tidak sedang ditinggalkan—
aku hanya sedang diberi ruang.
Dan di ruang itu,
aku belajar duduk bersama diriku sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar