Minggu, 11 Januari 2026

Kepemimpinan yang Tidak Berisik

Ada fase dalam hidup ketika aku menyadari
bahwa aku terlalu sering menjadi orang yang mengerti,
sementara diriku sendiri jarang ditemui.

Aku pandai membaca suasana,
menangkap emosi yang tidak diucapkan,
dan menenangkan orang lain, bahkan ketika aku sendiri sedang lelah.

Dulu aku pikir itu cinta.
Sekarang aku tahu:
itu juga tanda bahwa aku belum sepenuhnya memilih diriku sendiri.

Kepemimpinan yang kujalani hari ini berbeda.
Ia tidak meminta aku mengeras.
Ia tidak memintaku mendominasi.
Ia memintaku hadir dengan utuh.

Aku belajar bahwa tidak semua orang bisa tumbuh bersamaku,
bukan karena mereka jahat,
tapi karena tidak semua orang siap berada di ruang yang sadar.

Dan itu tidak apa-apa.

Hari ini aku memimpin dengan cara yang pelan:
dengan mendengarkan tubuh, menjaga batas, dan membiarkan orang lain menunjukkan sejauh mana mereka mampu hadir.

Aku tidak lagi mengejar kedekatan.
Aku menciptakan ruang amanndan membiarkan yang sanggup bertumbuh datang dengan sendirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar