Sabtu, 10 Januari 2026

kejujuran dari tempat yang tenang

Aku tahu kamu butuh ruang.
Waktu untuk kembali ke energi kamu sendiri.
Dan aku menghargai itu.

Kesendirian itu penting buat kamu, sama seperti koneksi itu penting buatku.
Aku tidak berniat mengambil ruangmu.
Aku hanya ingin jujur tentang apa yang kadang muncul di dalam diriku.

Saat aku tidak mendengar kabar darimu, ada bagian kecil dalam diriku yang menjadi gelisah.
Bukan karena kamu melakukan sesuatu yang salah, tapi karena tubuhku terbiasa mengira jarak berarti kehilangan.

Aku tumbuh tanpa cinta yang konsisten.
Banyak kehangatan, lalu dingin.
Jadi sekarang aku masih belajar membedakan mana jarak yang sehat, dan mana ketakutan lama yang muncul kembali.

Kadang aku menjadi sensitif, mempertanyakan diri sendiri, atau keliru menafsirkan diam sebagai penolakan.
Itu bukan tentang kamu.
Itu proses yang sedang aku kerjakan.

Aku tahu kamu sedang memegang banyak hal.
Bekerja, bertanggung jawab, dan menanggung beban sendiri.
Aku tidak ingin menambah berat itu.

Aku hanya ingin merasa, sesekali, bahwa aku masih ada di ruangmu.
Bahwa aku tetap berarti.

Kalau suatu waktu aku terdengar mengeluh atau terlihat sensitif, itu bukan karena kamu kurang.
Itu karena aku sedang belajar merasa aman.
Dan itu tanggung jawabku.

Aku tidak butuh kamu menyelamatkanku.
Aku hanya merasa tenang saat tahu kita baik-baik saja.
Kehadiran kecilmu, walau singkat, sudah sangat berarti bagiku.

Aku sedang belajar bahwa cinta tidak harus dikejar atau dibuktikan.
Bahwa aku tidak perlu “cukup” dulu untuk bisa dipilih.

Itu saja yang ingin aku sampaikan.
Tanpa tuntutan.
Tanpa paksaan.
Hanya kejujuran dari tempat yang tenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar