Menahan diri sering disalahpahami sebagai menekan perasaan.
Padahal bagiku, menahan diri kini terasa berbeda.
Ia bukan menahan cinta,
melainkan menahan dorongan untuk menjadikan orang lain
sebagai penopang utama rasa amanku.
Aku tetap mencintai.
Tetap merasakan rindu.
Tetap menikmati kebersamaan.
Namun aku tidak lagi menaruh seluruh beban harap
di pundak satu hubungan.
Aku menyisakan ruang untuk bernapas.
Untuk berpikir jernih.
Untuk bertumbuh sebagai diriku sendiri.
Dan anehnya,
di situlah kedekatan terasa lebih jujur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar