Malam datang tanpa gaduh,
membawa ingatan yang tidak meminta untuk diselesaikan.
Ada rindu yang tidak ingin dipeluk,
hanya ingin diakui keberadaannya.
Aku membiarkannya duduk sebentar,
seperti angin yang lewat di jendela—
tidak kutahan, tidak kuusir.
Jika kelak langkah bertemu,
biarlah karena dua hati memilih saling mendekat,
bukan karena satu hati terlalu lama menunggu.
Malam ini aku belajar satu hal kecil:
rindu tidak selalu harus disampaikan
untuk tetap menjadi nyata.
Afirmasi penutup:
Aku tidak menakutkan. Aku hadir, dan itu cukup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar