Bang, adek mau jujur ya.
Adek sayang abang.
Sesederhana itu. Dan mungkin itu juga yang kadang bikin hati adek jadi lebih sensitif dari yang terlihat.
Kadang bukan tentang apa-apa. Bukan tentang cemburu, bukan tentang ingin dikabari terus.
Cuma ada momen ketika abang sibuk, ke lapangan, atau hilang kabarnya beberapa hari, adek tiba-tiba merasa seperti harus menebak-nebak sendiri.
Adek tahu abang punya banyak hal dikerjakan.
Adek juga paham hidup abang tidak hanya tentang adek.
Adek tidak ingin mengganggu ritme itu.
Tapi ada satu hal kecil yang mungkin bisa membuat hati adek lebih tenang.
Kalau abang berkenan, sesekali saja, mungkin abang bisa bilang singkat.
Misalnya, “abang lagi ke lapangan sampai minggu depan.”
Atau kalimat pendek apa pun yang sekadar memberi tahu bahwa abang ada dan sedang sibuk.
Tidak perlu panjang.
Tidak perlu detail.
Satu kalimat saja sebenarnya sudah cukup.
Bukan karena adek ingin mengontrol.
Bukan karena adek ingin menuntut perhatian.
Tapi dengan tahu, adek bisa berhenti menebak-nebak.
Adek jadi bisa menjalani hari dengan lebih tenang.
Tidak menunggu.
Tidak membuat cerita sendiri di kepala.
Adek sedang belajar untuk tidak mengejar.
Belajar untuk tetap punya dunia sendiri.
Tapi adek juga manusia yang merasa hangat ketika tahu orang yang disayang sedang baik-baik saja di dunianya.
Ini bukan tuntutan.
Hanya kejujuran kecil dari seseorang yang sedang belajar mencintai dengan lebih tenang.
Kalau abang berkenan, itu sudah cukup membuat adek merasa dekat tanpa harus banyak bertanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar