bukan menyempit pada satu kemungkinan yang tidak berjalan.
Terima kasih aku, yang berani berkata: “Tidak apa-apa kecewa, selama aku tidak tersesat.”
Terima kasih aku, yang tidak menangis malam itu-bukan karena mati rasa, tetapi karena sudah cukup berlatih hadir untuk diri sendiri.
Aku tahu, perjalanan ini belum selesai. Namun setidaknya kini aku berjalan tanpa kabut.
Dan dalam terang yang tenang itu, aku percaya: apa yang benar-benar tinggal tidak pernah perlu dikejar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar