Minggu, 28 Desember 2025

Aku Menulis Ini Karena Aku Lelah Menyimpan

Aku menulis ini bukan karena aku marah.
Aku juga tidak sedang menyalahkan siapa pun.

Aku menulis ini karena ada rasa di dadaku yang terlalu lama kutahan, dan kalau tidak kutuliskan, aku takut perlahan aku menghilang dari diriku sendiri.

Aku menyayangimu.
Itu fakta yang tidak ingin kututupi dengan kalimat bijak atau logika panjang.
Aku menyayangimu dengan cara yang hangat, ingin dekat, ingin hadir, ingin berbagi hari.

Dan justru karena itu, aku sering bingung.
Ada hari-hari ketika aku merasa dekat,
lalu tiba-tiba sendiri di ruang yang sama.
Ada percakapan yang terasa hidup, lalu berhenti tanpa penjelasan.

Aku tidak sedang meminta hal yang rumit.
Aku hanya ingin tahu kamu sedang apa.
Ingin bercerita tentang hariku tanpa merasa berlebihan.
Ingin berbagi, bukan menebak.

Kadang aku menahan rindu sampai kepalaku terasa penuh.
Aku ingin mengatakan “aku kangen”, tapi aku juga takut,
karena sering kali rindu itu jatuh di ruang yang tidak siap menerimanya.

Aku lelah menafsirkan kode.
Lelah mencari makna dari diam.
Lelah meyakinkan diriku sendiri bahwa semuanya baik-baik saja, padahal hatiku sedang bertanya-tanya.

Aku tidak menuntutmu berubah hari ini.
Aku juga tidak memaksamu siap sekarang.
Aku hanya ingin jujur: aku butuh hubungan yang hadir, bukan hanya terasa sesekali.

Aku butuh kata, bukan hanya isyarat.
Aku butuh kejelasan, bukan untuk mengekang, tapi untuk merasa aman.

Aku sadar, aku tidak bisa membuatmu siap.
Dan mungkin inilah bagian tersulit yang harus kuterima.

Maka aku mulai belajar menjaga diriku sendiri.
Bukan dengan menjauh, tapi dengan berhenti mengecil.

Aku masih di sini, dengan perasaanku yang utuh.
Aku masih menyayangimu, tapi aku juga sedang belajar menyayangi diriku.

Jika suatu hari kamu bisa hadir dengan sadar dan penuh,
aku akan tahu.
Jika tidak, aku juga akan tahu.

Dan kali ini, apa pun jawabannya,
aku ingin tetap menjadi diriku sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar