Malam ini aku teringat lagi.
Bukan karena apa-apa yang terjadi, tapi justru karena yang tidak terjadi.
Ada rindu yang datang tanpa suara, duduk diam di dada, tidak meminta disampaikan.
Aku belajar membiarkannya ada—tanpa harus dikirim, tanpa harus dijawab.
Jika suatu hari rindu ini sampai, biarlah itu karena langkah yang saling mendekat,
bukan karena aku menahan napas sendirian.
Kalimat afirmasi penutup (boleh kamu ulang pelan):
Aku menghormati rinduku, dan aku juga menghormati diriku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar