Minggu, 07 September 2025

Donat dan Rasa Syukur

Aku tidak pernah benar-benar paham, kenapa donat selalu dibiarkan bolong di tengahnya.
Apakah agar mudah dipegang? Atau sekadar ciri khas?

Tapi hari ini, saat menatap donat di hadapanku, aku merasa lubang kosong itu berbicara.
Bahwa hidupku pun sama. Ada bagian yang tidak pernah penuh. Ada ruang yang sengaja Allah biarkan kosong—bukan untuk melemahkan, tapi agar aku selalu ingat kepada-Nya.

Donat itu tetap manis, meski ada yang hilang. Sama seperti hidupku. Aku masih bisa tersenyum, masih bisa tertawa, meski tidak memiliki segalanya.

Aku teringat firman Allah:
"Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)." (QS. Ar-Rahman: 60).

Mungkin lubang kosong di donat hanyalah cara Allah mengajarkanku untuk melihat manisnya nikmat di sekeliling.
Jangan terlalu sibuk menatap kosongnya, sampai lupa bahwa di sekelilingnya ada rasa yang membuat orang datang dan jatuh cinta.

Hidup tidak harus penuh untuk bisa indah.
Kadang, justru karena ada kekosongan, kita bisa belajar arti syukur yang sesungguhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar