Senin, 06 Oktober 2025

Mimpi Waktu Kecil: Kerja Sambil Jalan-Jalan


Sejak kecil aku punya mimpi: kerja sambil jalan-jalan.
Lucunya, mimpi itu mungkin lahir dari rasa sedih.

Aku masih ingat, waktu kelas empat SD.
Emak dan Abah pindah ke Sekayu lebih dulu.
Aku ditinggal, karena masih harus ikut ulangan dan nunggu rapor.

Setiap pagi aku menangis.
Bukan karena nilai ulangan, tapi karena tidak pernah jauh dari orang tua.
Rasanya rumah tiba-tiba jadi sunyi, padahal suara ayam dan tv dengan 'aki' masih tetap sama.

Mungkin dari situlah muncul keinginan itu:
Aku ingin bisa kerja sambil pergi-pergi.
Biar kalau jauh, hatinya tidak terlalu sedih.

Begitu pindah ke Sekayu, aku terkejut.
Orang-orangnya pintar-pintar.
Aku jadi semangat. Tidak pernah absen sekolah.
Mungkin karena ingin membuktikan: aku juga bisa.

Sekarang aku masih berjuang menyelesaikan S2.
Harusnya bisa cepat. Tapi kadang rasa malas datang seperti tamu tak diundang.
Ya, sedikit-sedikit malas sekolah, tapi masih cinta belajar.

Ayo, ayo. Semangat lagi.
Siapa tahu, setelah ini ada jalan beasiswa ke tahap berikutnya.
Dan mimpi kecil itu — kerja sambil jalan-jalan —
masih terus aku bawa sampai hari ini.

Karena ternyata, bukan cuma jalan yang penting.
Tapi cerita dan perjuangan di setiap langkahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar