Pages

Pages - Menu

Pages - Menu

Minggu, 08 Februari 2026

Pesan Malam Ini


Ada momen yang tidak besar, tidak dramatis, tapi cukup untuk membuat dada bergetar pelan. Malam ini, aku membuka ponsel tanpa niat apa-apa. Tidak sedang menunggu siapa pun. Tidak berharap pesan apa pun. Hanya membuka, seperti biasa.

Lalu namanya muncul.

Sederhana. Pendek. “Hmm.”

Aneh sekali rasanya. Jantungku langsung berdegup kencang, seperti pertama kali dulu. Padahal beberapa waktu terakhir aku merasa sudah tenang. Sudah bisa menjalani hari tanpa menunggu. Sudah tidak gelisah seperti dulu.

Tapi ternyata tubuh punya ingatan sendiri.

Aku tidak langsung membalas. Aku hanya menatap layar sebentar, lalu meletakkannya lagi. Ada hangat yang muncul. Ada kangen yang tipis. Ada juga rasa yang sulit dijelaskan, seperti berdiri di tempat yang sama tapi dengan perasaan yang berbeda.

Dulu aku takut sekali kalau tidak membalas pesan. Takut kalau aku diam, dia akan hilang. Takut kalau aku tidak cepat merespons, dia tidak akan mencariku lagi.

Sekarang, aku membaca pesannya… dan diam saja.

Dan dia tetap mengirim pesan lagi.

Sesederhana “Oo.”
Lalu “Hmmm.”

Aku tersenyum kecil.

Ternyata selama ini aku setakut itu. Ternyata selama ini aku berpikir kalau semuanya bergantung pada aku yang harus selalu ada, selalu menjawab, selalu menjaga agar percakapan tetap hidup.

Padahal tidak juga.

Yang paling jujur dari semua ini mungkin cuma satu: aku masih hangat. Masih bisa merasa senang hanya karena melihat namanya muncul. Masih bisa berdebar, meski tidak sekuat dulu. Masih ada rindu yang tipis, yang tidak memaksa, tidak menuntut.

Aku tidak tahu ke mana arah semua ini.
Aku juga tidak sedang mencari jawaban.

Aku hanya tahu, malam ini aku membaca pesannya, merasakan degup di dada, lalu melanjutkan hariku seperti biasa.

Dan untuk pertama kalinya, rasanya cukup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar