Pages

Pages - Menu

Pages - Menu

Minggu, 08 Februari 2026

Jejak Kecil yang Menenangkan

Aku tidak butuh pesan panjang.
Tidak butuh laporan setiap jam.
Tidak juga ingin ditanya terus-menerus.

Yang sebenarnya kurindukan hanya satu hal kecil:
jejak.

Satu kalimat sederhana yang membuatku tahu kamu ada.
Bahwa diam itu karena sibuk, bukan karena pergi.

Aku tidak masalah kamu tidak menghubungi berhari-hari.
Aku bisa memahami pekerjaanmu.
Aku bisa mengerti kalau kamu butuh ruang.
Aku bahkan belajar untuk tidak mengejar, tidak memaksa, tidak bertanya-tanya terlalu jauh.

Tapi ada bagian kecil di hatiku yang pelan-pelan berkata,
“cukup beri tahu saja.”

Seperti waktu itu.
Kamu bilang kamu akan ke lapangan.
Akan sibuk beberapa hari.
Tidak banyak penjelasan.
Tidak panjang.

Tapi anehnya, aku tenang sepanjang minggu itu.

Karena aku tahu kamu ada.
Aku tahu kamu tidak menghilang.
Aku tahu diamnya punya arah.

Sekarang, yang terasa bukan marah.
Bukan juga kecewa besar.
Lebih seperti sunyi yang terlalu lama.

Ketika aku mengirim pesan lalu hanya dibaca,
aku tidak benar-benar menunggu balasan.
Tapi ada ruang kosong yang terasa menggantung.
Seolah aku hadir, tapi tidak benar-benar disapa.

Aku sadar, mungkin aku sedang belajar sesuatu.
Belajar bahwa kehadiran itu bukan soal intensitas,
tapi soal kepastian kecil yang manusiawi.

Aku tidak ingin dikontrol.
Aku juga tidak ingin mengontrol.
Aku hanya ingin tahu kita sama-sama hidup di dunia yang sama,
meskipun berjalan di ritme yang berbeda.

Sesederhana,
“aku lagi banyak kerjaan.”
atau
“aku akan lama di lapangan.”

Itu saja sudah cukup.

Aku bisa menjalani hariku tanpa khawatir.
Tanpa menebak-nebak.
Tanpa merasa seperti sedang menunggu sesuatu yang tidak jelas.

Mungkin yang kurindukan bukan chat.
Bukan juga percakapan.
Tapi rasa bahwa aku tidak sepenuhnya sendirian di cerita ini.

Bahwa di tengah kesibukan masing-masing,
masih ada satu jejak kecil yang ditinggalkan.
Yang bilang,
“aku di sini.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar