(tentang berhenti memimpin kesadaran orang lain, dan kembali memeluk diriku sendiri)
Akhir-akhir ini aku belajar satu hal yang terasa sederhana, tapi ternyata sangat dalam, tidak semua hal perlu disadarkan. Tidak semua jarak perlu dijelaskan. Dan tidak semua diam adalah sesuatu yang harus segera dipecahkan.
Aku tumbuh dengan keyakinan bahwa menjadi dewasa berarti bertanggung jawab.
Dan tanpa sadar, tanggung jawab itu meluas, bukan hanya pada diriku, tapi juga pada perasaan orang lain. Pada pemahamannya. Pada kesadarannya.
Aku pikir itu cinta. Aku pikir itu kepemimpinan.
Hari ini aku mulai melihatnya dengan lebih jujur. Ada batas tipis antara memimpin dan mengambil alih. Antara hadir dan menahan napas terlalu lama untuk orang lain. Antara memberi ruang dan berharap ruang itu segera diisi dengan pengakuan.
Aku belajar bahwa kesadaran tidak bisa ditarik keluar dari siapa pun. Ia hanya bisa tumbuh ketika sistem batin aman, ketika tidak ada ancaman kehilangan, dan ketika tidak ada yang sedang menunggu hasil.
Dan di sanalah aku pelan-pelan mundur, bukan karena menyerah, tapi karena memilih kembali ke pusat diriku sendiri.
Aku tetap peduli. Aku tetap lembut. Aku tetap hangat.
Namun aku tidak lagi menjadikan ketenangan orang lain sebagai prasyarat ketenanganku.
Jika seseorang menjauh untuk menenangkan diri, itu adalah prosesnya. Bukan tugasku untuk menafsirkan, apalagi membuktikan bahwa aku mengerti.
Aku tidak perlu membuat siapa pun sadar agar aku pantas dicintai. Aku tidak perlu menunggu seseorang mengucapkan sesuatu agar perasaanku valid.
Hari ini aku memilih bentuk kepemimpinan yang berbeda, memimpin diriku sendiri untuk tetap utuh, meski tidak semua pertanyaan terjawab.
Dan anehnya, di situlah aku justru merasa lebih tenang. Lebih bernapas. Lebih pulang.
Terima kasih untuk diriku yang berani berhenti mengejar kejelasan semu. Terima kasih untuk ruang sunyi yang akhirnya tidak lagi terasa menakutkan.
Aku di sini. Dan itu sudah cukup.
Kalau kamu berkenan memberikan pendapat di ruangku bertumbuh, silakan akses link dibawah ini ya:
Terima kasih atas kesediannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar