Pages

Pages - Menu

Pages - Menu

Jumat, 10 Oktober 2025

Jalan Yang Masih Aku Cari




Aku pikir dulu, di umur segini aku sudah tahu mau jadi apa.
Sudah tahu ke mana langkah berikutnya.
Sudah tahu siapa yang akan menggenggam tanganku sampai tua.

Tapi ternyata tidak.
Aku masih sering bingung.
Masih sering duduk sendiri sambil menatap kopi yang sudah dingin, bertanya pelan,
“Lalu, aku ini mau jadi apa?”

Dulu aku iri pada orang yang tampak begitu tahu arah hidupnya.
Yang jalannya mantap, yang tujuannya jelas.
Tapi sekarang aku sadar, mungkin mereka pun sama — hanya lebih pandai menyembunyikan tanda tanya.

Aku masih belajar berdamai dengan lambatnya diriku.
Masih belajar tidak panik ketika teman sebaya sudah jauh di depan.
Karena mungkin, jalanku memang berbeda.
Dan berbeda bukan berarti salah.

Tentang menikah,
aku sudah lelah menjawab “belum” setiap kali ditanya.
Bukan karena tidak ingin, tapi karena aku ingin saat tiba waktunya, aku tidak hanya siap di pelaminan — tapi juga di kehidupan.

Kadang aku merasa seperti menulis cerita tanpa tahu ending-nya.
Tapi bukankah itu yang membuat hidup menarik?
Kita tidak pernah tahu bab apa yang akan datang,
tapi kita terus menulisnya, dengan segala tawa dan air mata.

Jadi hari ini, aku memilih untuk tidak buru-buru.
Aku memilih untuk berjalan saja — pelan, tapi sadar.
Aku ingin menikmati setiap detik kebingungan ini, karena mungkin dari sinilah arah itu perlahan muncul.

28 bukan tentang terlambat.
28 adalah tentang berani mengakui bahwa aku masih mencari.
Dan itu pun, sudah cukup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar