Pages

Pages - Menu

Pages - Menu

Senin, 12 Januari 2026

Tentang Sayang yang Tidak Mengikat

Aku menyadari satu hal hari ini, dan rasanya tidak dramatis, tapi dalam. 

Aku sempat menebak-nebak reaksinya. Ya, aku mengaku. Ada bagian kecil di diriku yang ingin tahu, "dia mikir apa ya?"

Lalu aku berhenti. Bukan karena kuat. Tapi karena lelah menaruh diriku di ruang yang tidak pernah memintaku datang.

Dia tidak mengontrolku. Tidak menahanku. Tidak melarangku menjadi diriku sendiri. Dan anehnya, di situlah aku sadar bahwa aku bahkan seharusnya berterima kasih. Tapi bersamaan dengan itu, ada rasa lain yang muncul yaitu rasa terlalu bebas.

Bukan bebas yang membahagiakan, melainkan bebas yang sunyi.

Aku sayang. Aku benar-benar sayang. Dan mungkin… itu juga bentuk sayangnya ke aku. Menyayangi tanpa menuntut. Melepas tanpa mengikat. Membiarkan aku berjalan dengan kakiku sendiri.

Tidak semua cinta hadir sebagai pelukan. Sebagian hadir sebagai jarak yang tidak menyakiti, tapi juga tidak menghangatkan.

Dan hari ini aku belajar menerima satu kebenaran yang pahit tapi jujur bahwa cinta tidak selalu berarti saling memiliki, kadang hanya saling tidak melukai.

Aku tidak marah. Aku tidak menyesal. Aku hanya diam, mengakui bahwa aku pernah berharap lebih dan itu tidak membuatku lemah.

Aku masih hidup. Aku masih bisa menyayangi. Dan aku sedang belajar membiarkan rasa itu ada tanpa harus memintanya berubah menjadi sesuatu yang tidak ia mampu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar