Sayang,
Aku ingin jujur, tapi bukan untuk menuntut.
Aku sering merasa hadir sendirian dalam percakapan kita.
Aku belajar banyak tentang diriku bersamamu—
tentang sabar, tentang empati, tentang memahami orang lain.
Tapi di tengah semua itu, aku juga belajar bahwa aku sering tidak ditemui.
Aku tidak marah.
Aku hanya lelah menebak.
Aku ingin disapa dengan hangat,
bukan hanya di ruang tersembunyi,
tapi juga di ruang yang terlihat.
Jika suatu hari kamu bisa hadir dengan lebih utuh,
aku tahu aku bisa menyambutmu dengan tenang.
Tapi jika tidak,
aku juga sedang belajar menyelamatkan hatiku sendiri.
— dari aku yang benar-benar ingin bertumbuh bersama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar