Pages

Pages - Menu

Pages - Menu

Minggu, 21 Desember 2025

Tentang Kedekatan yang Tidak Pernah Benar-Benar Tinggal

Ada hubungan yang terasa hangat, namun tidak pernah benar-benar menetap.

Ada percakapan yang terasa dekat, namun selalu berhenti sebelum menyentuh lapisan terdalam.

Aku belajar menyebutnya apa adanya: bukan tidak ada rasa, tapi tidak ada kesiapan untuk tinggal.

Sebagian orang nyaman dengan kehadiran,
namun gelisah dengan kedalaman.

Mereka hadir secara fisik, praktis, fungsional. Tapi mundur pelan-pelan ketika emosi mulai meminta ruang. Dan di titik ini, aku tidak lagi sibuk bertanya:
“Apa aku terlalu lembut?”
“Apa aku terlalu jujur?”
“Apa aku salah berharap?”

Aku tahu jawabannya. Aku tidak salah. Aku hanya sedang berbicara pada seseorang yang belum siap mendengar dari kedalaman yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar